Sabtu, 28 September 2013

BILA KITA BERTANYA, MENGAPA YESUS BERDOA KEPADA BAPA?

BILA KITA BERTANYA, MENGAPA YESUS BERDOA KEPADA BAPA?


Umat kristen serempak akan menjawab, Yesus sedang mengajari murid-muridnya agar berdoa kepada BAPA. Lalu ditanya lagi , lalu mengapa mengajarinya bahkan meninggalkan muridnya sendirian lalu mencari tempat yang sepi dan berdoa sendiri ? Umat kristen masih saja lalu menjawab "Ya begitulah tata cara berdoa yang benar, mencari tempat yang sepi sendirian lalu berdoa, agar tidak untuk diperlihatkan kepada orang lain".


Bukanlah Kristen kalau tidak dapat menjawab…

Sekarang marilah kita membuat perbandingan, antara seorang Nabi utusan Allah yang mengajarkan berdoa kepada umatnya, dengan cara berdoa yang sesungguh-sungguhnya, sebagai berikut.


DOA NABI DIKALA HENDAK TIDUR

صحيح مسلم ٤٨٨٧: حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ مُكْرَمٍ الْعَمِّيُّ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ قَالَا حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ خَالِدٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ
أَنَّهُ أَمَرَ رَجُلًا إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ قَالَ اللَّهُمَّ خَلَقْتَ نَفْسِي وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ أَسَمِعْتَ هَذَا مِنْ عُمَرَ فَقَالَ مِنْ خَيْرٍ مِنْ عُمَرَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ ابْنُ نَافِعٍ فِي رِوَايَتِهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ وَلَمْ يَذْكُرْ سَمِعْتُ
Shahih Muslim 4887:
"ALLOOHUMMA KHOLAQTA NAFSII, WA ANTA TAWAFFAAHAA LAKA, MAMAATUHAA WAMAHYAAHAA, IN-AHYAITAHAA FAHFAZH-HAA WAIN AMATTAHAA FAGHFIRLAHAA, ALLOOHUMMA INNII AS-AULKA AL'AAFIYATA

"Ya Allah, Engkau telah menciptakan diriku dan Engkaulah yang akan mematikannya. Matiku dan hidupku hanyalah untuk-Mu. Apabila Engkau menghidupkan diriku, maka jagalah. Dan apabila Engkau mematikan diriku, maka ampunilah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna."


YANG BERIKUT ADALAH CONTOH KETIKA YESUS MENGAJARI MURID-MURIDNYA BERDOA

Matius 26

(38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

(39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."


TETAPI YANG JADI MASALAH LALU YESUS BERDOA DITEMPAT YANG SEPI, SENDIRIAN…..LALU YANG DIAJAR SIAPA ?

Matius 14:22-23 BIS

22* Setelah itu Yesus menyuruh pengikut-pengikut-Nya naik perahu dan lebih dahulu menyeberang danau, sementara Ia menyuruh orang banyak itu pulang.

23* Sesudah orang banyak itu pergi, Yesus naik sebuah bukit sendirian untuk berdoa. Waktu sudah malam, Yesus masih berada di situ sendirian.


Tetapi Kristen masih tahu juga jawaban nya, "Saat itu Yesus sedang menghafalkan doa yang akan diajarkannya kepada murid-muridnya"

GELENG-GELENG KEPALA.....

.

SEBUTAN "MALAIKAT TUHAN", "MALAIKAT ALLAH", "MALAIKAT" DAN "TUHAN" DI DALAM ALKITAB KRISTEN

SEBUTAN "MALAIKAT TUHAN", "MALAIKAT ALLAH", "MALAIKAT" DAN "TUHAN" DI DALAM ALKITAB KRISTEN


Jika saudara-saudara mempelajari AlKitab Kristen, maka saudara akan menemukan ratusan frasa kata "Malaikat Tuhan", juga ratusan kata "Tuhan".

Kisah-kisah diantara kedua Sebutan tersebut bahkan terkadang membingungkan.

Berikut ini akan saya coba analisa, beberapa ayat diantaranya, agar saudara-saudara semakin mengenal sebutan-sebutan tersebut di dalam AlKitab Kristen.

-----

"MALAIKAT TUHAN" BUKANLAH "TUHAN"

Tetapi sayangnya, mengapa harus digunakan sebutan "Malaikat Tuhan" ?

Mengapa tidak cukup dengan sebutan "Malaikat" saja, agar tidak membingungkan.

Memangnya apa ada Malaikat yang bukan "Malaikat Tuhan" ? misalnya apakah ada "Malaikat Iblis" ? Kan tidak ada ?

Zakharia 1 TB

12* Berbicaralah Malaikat TUHAN itu, katanya: Ya TUHAN semesta alam, berapa lama lagi Engkau tidak menyayangi Yerusalem dan kota-kota Yehuda yang telah tujuh puluh tahun lamanya Kaumurkai itu?

2 Samuel 24 TB

16* Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, maka menyesallah TUHAN karena malapetaka itu, lalu Ia berfirman kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu: “Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu.” Pada waktu itu malaikat TUHAN itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus.

-----

KARENA HAL TERSEBUT DIATASLAH LALU SEMUANYA JADI KACAU

"MALAIKAT TUHAN" PUN LALU DIPANGGIL SEBAGAI "TUHAN"

Kejadian 22 TB

11* ¶ Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”

Kejadian 31 B

11* Dan Malaikat Allah berfirman kepadaku dalam mimpi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan!

-----

"MALAIKAT TUHAN" PUN JUGA IKUT-IKUTAN BERFIRMAN SEBAGAIMANA "TUHAN"

Bilangan 22 TB

32 Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: “Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan.

33* Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia menyimpang dari hadapan-Ku; jika ia tidak menyimpang dari hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada waktu itu juga dan dia Kubiarkan hidup.”

34* Lalu berkatalah Bileam kepada Malaikat TUHAN: “Aku telah berdosa, karena aku tidak mengetahui, bahwa Engkau ini berdiri di jalan menentang aku. Maka sekarang, jika hal itu jahat di mata-Mu, aku mau pulang.”

35 Tetapi Malaikat TUHAN berfirman kepada Bileam: “Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan.” Sesudah itu pergilah Bileam bersama-sama dengan pemuka-pemuka Balak itu.

-----

"MALAIKAT TUHAN" PUN BAHKAN LALU DISEMBAH BAGAIKAN "TUHAN" ?

Hakim-hakim 13 TB

20 Sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah Malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu. Ketika Manoah dan isterinya melihat hal ini, sujudlah mereka dengan mukanya sampai ke tanah.

-----

"MALAIKAT TUHAN" JUGA BERLAKU SEBAGAIMANA MANUSIA, MEREKA JUGA MENDIRIKAN KEMAH-KEMAH

Mazmur 34 TB

7* (34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

-----

ALKITAB TERKADANG JUGA MENGGUNKAN KATA "MALAIKAT" SAJA, BUKAN "MALAIKAT TUHAN"

1 Tawarikh 21 TB

15* Pula Allah mengutus malaikat ke Yerusalem untuk memusnahkannya, dan ketika hendak dimusnahkannya, maka TUHAN melihatnya, lalu menyesallah Ia karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya itu, lalu berfirmanlah Ia kepada malaikat pemusnah itu: “Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu!” Pada waktu itu malaikat TUHAN itu sedang berdiri dekat tempat pengirikan Ornan, orang Yebus.

Kejadian 19 TB

19:1* ¶ Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,

2 Samuel 24 TB

17* Dan berkatalah Daud kepada TUHAN, ketika dilihatnya malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, demikian: “Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku.”

-----

DI DALAM ALKITAB TERDAPAT JUGA SEBUTAN "MALAIKAT ALLAH"

Kejadian 21 TB

17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.

Keluaran 14 TB

19* Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka.

Hakim-hakim 13 TB

9* Maka Allah mendengarkan permohonan Manoah, sehingga Malaikat Allah datang pula kepada perempuan itu, ketika ia duduk di padang dan ketika Manoah, suaminya itu, tidak ada bersama-sama dengan dia.

-----

YANG MENJADI MASALAH ADALAH KETIKA ADA "MALAIKAT ALLAH" LALU MENGAKU SEBAGAI "ALLAH" ITU SENDIRI

DAN YAKUB PUN LALU MEMANGGIL NYA DENGAN SEBUTAN "TUHAN" ?

Kejadian 31 TB

11* Dan Malaikat Allah berfirman kepadaku dalam mimpi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan!

12* Lalu Ia berfirman: Angkatlah mukamu dan lihatlah, bahwa segala jantan yang menjantani kambing domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang, sebab telah Kulihat semua yang dilakukan oleh Laban itu kepadamu.

13 Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu.”

------

MENGAPA BISA TIMBUL ISTILAH YANG SANGAT BERAGAM BEGITU ? BAHKAN MEMBINGUNGKAN SESEORANG YANG MEMBACANYA ?

SARAN SAYA KEPADA "L A I", Lembaga AlKitab Indonesia, SEGERA BENAHI ISTILAH YANG RUMIT TERSEBUT, AGAR UMAT KRISTEN TIDAK BINGUNG

BAGAIMANA SEBENARNYA BAHASA ASLI NYA ALKITAB INI, SEHINGGA TERJEMAHANNYA BEGITU RUWET ?

=====

SEBAGAI PEMBANDING, "MALAIKAT" DI DALAM AL-QURAN

Banyak ayat-ayat yang menceritakan tentang Malaikat di dalam AlQuran, sama sekali tidak ada yang membingungkan.

Para Malaikat adalah juga hamba-hamba Allah, yang selalu patuh dan taat kepada Allah.

Di dalam AlQuran tidak pernah diceritakan ada manusia lalu sujud menyembah Malaikat, Di dalam AlQuran juga tidak pernah diceritakan bahwa Malaikat juga berfirman seperti "Tuhan".

Al-Quran begitu jelas menceritakan dan memposisikan tentang Malaikat dan kedudukannya

-----

BERIKUT BEBERAPA AYAT, TENTANG "MALAIKAT" DI DALAM ALQURAN

QS 7:206

إِنَّ الَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ [٧:٢٠٦]
Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud.
[۩] ﴿٢٠٦﴾

QS 50:21

وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ [٥٠:٢١]
Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi.
﴿٢١﴾

QS 50:18

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ [٥٠:١٨]
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.
﴿١٨﴾

QS 4:172

لَّن يَسْتَنكِفَ الْمَسِيحُ أَن يَكُونَ عَبْدًا لِّلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ ۚ وَمَن يَسْتَنكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا [٤:١٧٢]
Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
﴿١٧٢﴾

QS 47:27

فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ [٤٧:٢٧]
Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka?
﴿٢٧﴾

QS 41:30

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ [٤١:٣٠]
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".
﴿٣٠﴾

MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN NYA

KISAH TENTANG TAMU-TAMU IBRAHIM AS, DI DALAM ALQURAN DAN ALKITAB

KISAH TENTANG TAMU-TAMU IBRAHIM AS, DI DALAM ALQURAN DAN ALKITAB

KISAH TENTANG TAMU-TAMU IBRAHIM AS, MEMBAWA BERITA GEMBIRA AKAN LAHIRNYA PUTERA IBRAHIM AS 

DI DALAM ALQURAN (TAMU-TAMU ITU ADALAH PARA MALAIKAT UTUSAN TUHAN)

QS  15:51-56

وَنَبِّئْهُمْ عَن ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ [١٥:٥١]
Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim.
﴿٥١﴾

إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ إِنَّا مِنكُمْ وَجِلُونَ [١٥:٥٢]
Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: "Salaam". Berkata Ibrahim: "Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu".
﴿٥٢﴾

قَالُوا لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ [١٥:٥٣]
Mereka berkata: "Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim".
﴿٥٣﴾

قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَىٰ أَن مَّسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ [١٥:٥٤]
Berkata Ibrahim: "Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?"
﴿٥٤﴾

قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُن مِّنَ الْقَانِطِينَ [١٥:٥٥]
Mereka menjawab: "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa".
﴿٥٥﴾

قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ [١٥:٥٦]
Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat".
﴿٥٦﴾



DICERITAKAN DI DALAM SURAT YANG LAINNYA

QS 51:24-30


هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ [٥١:٢٤]
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?
﴿٢٤﴾

إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا ۖ قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُّنكَرُونَ [٥١:٢٥]
(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaamun". Ibrahim menjawab: "Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal".
﴿٢٥﴾

فَرَاغَ إِلَىٰ أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ [٥١:٢٦]
Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.
﴿٢٦﴾

فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ [٥١:٢٧]
Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: "Silahkan anda makan".
﴿٢٧﴾

فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖ قَالُوا لَا تَخَفْ ۖ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ [٥١:٢٨]
(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu takut", dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).
﴿٢٨﴾

فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ [٥١:٢٩]
Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: "(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul".
﴿٢٩﴾

قَالُوا كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ ۖ إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ [٥١:٣٠]
Mereka berkata: "Demikianlah Tuhanmu memfirmankan" Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
﴿٣٠﴾



DI DALAM ALKITAB (TAMU IBRAHIM, MALAIKAT ATAU TUHAN ?

Kejadian 18

12Sebab itu Sara tertawa dalam hatinya dan berkata, "Aku yang sudah tua dan layu begini, mana mungkin masih ingin campur dengan suamiku? --Lagipula suamiku sudah tua juga."

13Lalu TUHAN bertanya kepada Abraham, "Mengapa Sara tertawa dan meragukan apakah ia masih bisa melahirkan anak pada masa tuanya?

14Adakah sesuatu yang mustahil bagi TUHAN? Seperti telah Kukatakan tadi, sembilan bulan lagi Aku akan kembali ke sini. Dan pada waktu itu Sara akan melahirkan anak laki-laki."

15Karena Sara takut, ia menyangkal, katanya, "Saya tidak tertawa." Tetapi TUHAN menjawab, "Engkau memang tertawa tadi."


PERHATIKAN PERCAKAPAN ANTARA SARA DG TUHAN (?) SEBAGAI BERIKUT

Kejadian 18

15Karena Sara takut, ia menyangkal, katanya, "Saya tidak tertawa." Tetapi TUHAN menjawab, "Engkau memang tertawa tadi."


APA ADA PELAJARAN YANG BISA KITA AMBIL DARI CONTOH DIATAS ?

KRISTEN MENGHINA MUHAMMAD SAW RASULULLAH, DG GEJALA PENYAKIT TERTENTU

KRISTEN MENGHINA MUHAMMAD SAW RASULULLAH, DG GEJALA PENYAKIT TERTENTU

HAMPIR SEMUA RASUL UTUSAN TUHAN DIJADIKAN BAHAN OLOK-OLOKAN OLEH ORANG-ORANG YANG KAFIR, TIDAK HANYA MUHAMMAD SAW, JUGA RASUL-RASUL YANG LAINNYA

QS 6:10

وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُم مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ [٦:١٠]
Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka.
﴿١٠﴾


FITNAH SEKITAR AYAN/ EPILEPSI

Baiklah kita kembali sekarang pada titik persoalan terakhir dalam sanggahan si Muslim Mesir itu. Dia menyebutkan, bahwa hasil penyelidikan kaum Orientalis itu menunjukkan, bahwa Nabi menderita penyakit ayan. Gejala-gejala demikian itu tampak padanya ketika ia tidak sadarkan diri, keringatnya mengucur dengan disertai kekejangan-kekejangan dan busa yang keluar dari mulutnya. Apabila ia sudah sadar kembali, ia lalu membacakan apa yang dikatakannya wahyu Tuhan kepadanya itu - kepada orang-orang yang mempercayainya. Padahal yang dikatakan wahyu itu tidak lain ialah akibat serangan-serangan ayan tersebut.


KEMBALI KEPADA ILMU PENGETAHUAN

Menggambarkan apa yang terjadi pada Muhammad pada waktu datangnya wahyu dengan cara yang demikian itu, dari segi ilmiah adalah samasekali salah. Serangan penyakit ayan tidak akan meninggalkan sesuatu bekas yang dapat diingat oleh si penderita selama masa terjadinya itu. Bahkan sesudah ia sadar kembali pun samasekali dia lupa apa yang telah terjadi selama itu. Dia tidak ingat apa-apa lagi, apa yang terjadi dan apa yang dilakukannya selama itu. Sebabnya ialah, segala pekerjaan saraf dan pikirannya sudah menjadi lumpuh total. Inilah gejala-gejala ayan yang dibuktikan oleh ilmu pengetahuan. Jadi bukan yang dialami Nabi Muhammad selama menerima wahyu. Bahkan selama itu inteleknya sedang dalam puncak kesadarannya. Dengan sangat teliti sekali ia ingat semua yang diterimanya dan sesudah itu dibacakannya kembali kepada sahabat-sahabatnya. Dengan kesadaran rohani yang besar itu, samasekali ia tidak dibarengi oleh ketidaksadaran jasmani. Bahkan sebaliknya yang terjadi, pada waktu itu Nabi sedang dalam puncak kesadarannya yang biasa. Cukuplah kalau kita tunjukkan saja pada apa yang kita sebutkan dalam buku ini tentang turunnya Sarah al-Fath (48) yaitu ketika kaum Muslimin kembali dari Mekah ke Medinah sesudah Perjanjian Hudaibiya.

Jadi ilmu pengetahuan dalam hal ini membantah bahwa Muhammad dihinggapi penyakit ayan. Yang mengatakan demikian dari kalangan Orientalispun hanya sebagian kecil saja. Mereka itulah yang mengatakan bahwa Qur’an sudah diubah. Mereka mengatakan begitu bukan karena ingin mencari kebenaran, melainkan menurut dugaan mereka dengan demikian mereka mau merendahkan martabat Nabi di mata segolongan kaum Muslimin. Ataukah dengan kata-kata itu mereka mengira, bahwa mereka telah menyebarkan keragu-raguan atas wahyu yang diturunkan kepada Muhammad, sebab turunnya itu -menurut dugaan mereka-waktu ia sedang mendapat serangan ayan? Kalau memang begitu, ini adalah suatu kesalahan besar pada mereka, seperti sudah kita sebutkan. Pendapat mereka inilah yang secara ilmiah telah samasekali tertolak. Kalau yang dipakai pedoman olelm kaum Orientalis demikian itu adalah tujuan yang murni, tentu mereka tidak akan membawa-bawa ilmu yang bertentangan dengan itu. Mereka melakukan itu mau mengelabui orang-orang yang belum penguasai pengetahuan tentang gejala-gejala ayan, dan mereka yang cara berpikirnya masih sederhana yang sudah merasa puas dengan apa yang telah dikatakan oleh kaum Orientalis itu, tanpa mau bertanya-tanya kepada para ahli dari kalangan kedokteran atau mau membaca buku-buku tentang itu. Kalau saja mereka mau melakukan itu, sebenarnya tidak sulit buat mereka untuk menemukan kesalahan kaum Orientalis itu - disengaja atau tidak disengaja. Mereka akan melihat bahwa kegiatan rohani dan intelek manusia akan sama sekali tertutup selama terjadi krisis ayan. Sipenderita dibiarkan dalam keadaan mekanik semata, bergerak-gerak seperti sebelum mendapat serangan, atau meronta-ronta kalau serangannya itu sudah bertambah keras sehingga dapat mengganggu orang lain. Dalam pada itu, diapun kehilangan kesadarannya. Ia tidak sadar apa yang diperbuatnya dan apa yang terjadi terhadap dirinya. Ia seperti orang yang sedang tidur, tidak merasakan gerak-geriknya sendiri. Bila itu sudah berlalu, iapun tidak ingat apa-apa lagi.


KADANG ILMU YANG TIDAK CUKUP

Ini tentu berbeda dengan suatu kegiatan rohani yang begitu kuat membawanya jauh ke alam ilahiah, dengan penuh kesadaran dan suasana intelek yang meyakinkan. Apa yang diwahyukan kepadanya itu, kemudian dapat diteruskan. Sebaliknya ayan, melumpuhkan seluruh kesadaran manusia. Ia membawa orang berada dalam tingkat mekanik, yang selama itu perasaan dan kesadarannya menjadi hilang. Tidak demikian halnya dengan wahyu, yang merupakan puncak ketinggian rohani, yang khusus diberikan Tuhan kepada para nabi. Kepada mereka kenyataan-kenyataan alam positif yang tertinggi itu diberikan, supaya kemudian disampaikan kepada umat manusia. Kadang ilmu pengetahuan sampai juga memahami beberapa kenyataan-kenyataan itu, mengetahui ketentuan-ketentuan dan rahasianya - sesudah lampau beberapa generasi dan beberapa abad. Kadang juga ilmu pengetahuan belum dapat menjangkaunya. Sungguhpun begitu itu adalah kenyataan positif, yang dapat dimasuki hanya oleh hati nurani orang-orang beriman, yang percaya kepada kebenarannya. Dalam pada itu ada juga hati yang tetap tertutup rapat dan tidak mengetahui atau karena memang tidak mau mengindahkannya. Kita dapat mengerti bila Orientalis-orientalis itu berkata, bahwa wahyu ialah suatu gejala psikologi tersendiri dalam penilaian ilmu pengetahuan yang sampai ke tangan kita hingga saat sekarang. Jadi, adalah hal yang tidak mungkin dapat ditafsirkan dengan cara ilmu. Tetapi bagaimanapun juga pendapat ini menunjukkan, bahwa pengetahuan kita - dengan ruang lingkupnya yang luas - masih merasa terbatas akan menafsirkan bagian terbesar dari gejala-gejala spiritual dan psikologis itu. Buat ilmu pengetahuan ini bukan suatu cacat, juga bukan hal yang aneh. Ilmu pengetahuan kita masih terbatas dalam menafsirkan beberapa gejala alam yang dekat pada kita. Kodrat matahari, bulan, bintang-bintang, tata-surya dan lainnya dalam ilmu pengetahuan, masih merupakan hipotesa-hipotesa penemuan. Semua benda cakrawala ini sebagian ada yang dapat kita lihat dengan mata telanjang, dan tidak sedikit pula yang masih tersembunyi, yang baru akan dapat kita lihat bila menggunakan alat peneropong. Sampai abad yang lalu banyak sekali penemuan-penemuan yang masih dianggap sebagai suatu ciptaan khayal belaka, tak ada jalan akan dapat dijelmakan depan mata kita. Tetapi ternyata sekarang sudah menjadi kenyataan. Malah kita menganggap sebagai hal yang mudah saja. Adanya gejala-gejala spiritual dan psikologis sekarang menjadi sasaran pengamatan para sarjana. Tetapi ini belum lagi dapat dikuasai oleh ilmu, dan hukumnya yang positifpun juga belum ditemukan.

Sering kita membaca tentang beberapa masalah yang sudah diketahui oleh para sarjana dan sudah diterima. Tetapi kemudian ternyata bahwa dalam hukum alam yang berlaku menurut kaidah-kaidah ilmu pengetahuan belum lagi memberikan arti yang meyakinkan. Psikologi misalnya, dalam menghadapi beberapa masalah, secara umum masih belum mempunyai hukum yang pasti. Kalau ini terjadi dalam kehidupan biasa, maka langkah cepat-cepat mau menafsirkan gejala-gejala seluruh hidup dengan cara ilmiah adalah suatu usaha yang memang sia-sia saja, suatu penghamburan yang patut dicela.


MENYERANG MUHAMMAD KARENA GAGAL MENYERANG AJARANNYA

Datangnya wahyu yang pernah disaksikan oleh beberapa kaum Muslimin selama masa hidup Muhammad - demikian juga Qur’an - setiap dibacakan kepada mereka, ternyata menambah keteguhan iman mereka. Di antara mereka itu terdapat juga orang Yahudi dan Nasrani. Sesudah lama terjadi debat dan diskusi dengan Nabi, kemudian merekapun mempercayai. Sekitar risalah dan masalah waktu itu tak ada yang mereka tolak. Memang ada segolongan orang-orang Quraisy yang berusaha menuduh hal itu sebagai perbuatan sihir dan gila. Tetapi kemudian merekapun mengakui, bahwa dia bukan tukang sihir dan bukan pula orang gila. Merekapun lalu jadi pengikutnya dan beriman atas ajakan itu. Inilah yang sudah pasti dan meyakinkan. Jadi sekarang yang tak dapat diterima oleh ilmu, dan bertentangan dengan kaidah-kaidah yang ilmiah ialah sikap mengingkari terjadinya wahyu itu dan merendahkan orang yang menerimanya disertai kecaman dengan pelbagai rupa. Inilah yang justru bertentangan dengan ilmu. Seorang sarjana yang sungguh-sungguh bertujuan mencari kebenaran, tidak dapat berkata lain daripada suatu penegasan bahwa apa yang telah dicapai oleh ilmu pengetahuan sampai sekarang, masih terbatas sekali, belum dapat menguraikan wahyu itu dengan cara ilmiah. Akan tetapi, begaimanapun juga, ilmu tak dapat menolak terjadinya gejala-gejala wahyu, seperti yang dilukiskan oleh sahabat-sahabat Nabi dan penulis-penulis lain pada permulaan sejarah Islam itu. Kalaupun ada yang mengingkarinya, ia berusaha mencari dalih dengan menggunakan ilmu sebagai senjata yang sia-sia dengan sikap keras kepala. Sikap keras kepala dengan ilmu sebenarnya takkan pernah bertemu.

Kalau sikap yang menyedihkan ini harus menjurus kepada sesuatu maka sesuatu itu ialah nafsu mereka yang keras hendak menanamkan syak ke dalam hati orang tentang Islam. Agama ini sendiri tidak dapat mereka serang. Mereka telah menyaksikan, betapa kuat dan luhurnya agama ini, dengan sifatnya yang sederhana dan serba mudah yang justru menjadi dasar kekuatannya.

Oleh karena itu, mereka lalu menggunakan cara orang yang lemah. Mereka tak mampu menyerang jejak yang sungguh besar itu, mereka lalu menyerang orang yang meninggalkan jejak itu. Ini adalah kelemahan yang tidak seharusnya menjadi pegangan seorang sarjana. Dalam pada itu ia juga bertentangan dengan hukum kodrat insani. Kodrat manusia ialah memperhatikan jejak itu sendiri saja, menikmati buahnya tanpa ia harus bersusah payah mencari-cari asal-usulnya atau mencari-cari apa yang menyebabkan hal itu terjadi atau tumbuh. Dengan demikian mereka tidak perlu menyusahkan diri mencari-cari asalnya pohon yang telah menghasilkan buah-buahan yang disukainya itu, atau tentang pupuk yang menyebabkan pohon tersebut jadi subur, selama tidak terpikirkan olehnya akan menanam pohon lain yang lebih enak buahnya. Ketika orang mengadakan pembahasan tentang filsafat Plato atau tentang drama Shakespeare atau karya-karya Raphael misalnya, orang tidak perlu mencari bahan kecamannya pada kehidupan orang-orang besar itu - yang menjadi lambang kemegahan dan kebanggaan umat manusia - kalau dalam karya-karyanya itu tak ada yang dapat dijadikan sasaran kecamannya. Kalau mereka mencari bahan kecaman yang tidak punya dasar kebenaran, mereka takkan dapat mencapai tujuan. Kalau niat jahat atau rasa dengki itu juga yang mereka perlihatkan, argumentasi mereka akan jatuh dan orangpun takkan mau mendengarkan. Hal ini takkan berubah hanya dengan menuangkan rasa dengki itu ke dalam pola ilmu. Sifat dengki itu tidak pernah mengenal kebenaran. Menyedihkan sekali tentunya bila perasaan dengki itu juga yang menjadi sumber kebenaran. Inilah dasar kecaman Orientalis-orientalis itu terhadap Nabi, Rasul penutup itu. Tetapi dengan demikian kecaman mereka itupun jadi gugur samasekali.

Sekarang saya sudahi sanggahan saya ini terhadap pendapat Orientalis-orientalis yang oleh si Muslim orang Mesir itu dijadikan pegangan dalam penulisan artikelnya. Sudah saya kemukakan dalil-dalil kelemahan pendapat mereka itu. 


SEBAGAI PERBANDINGAN DEMIKIAN PULA YESUS, DIJADIKAN BAHAN OLOK-OLKAN OLEH UMAT DAN BANGSANYA SENDIRI ..

Mr 14:65 Lalu beberapa orang mulai meludahi Yesus, dan mereka menutup mata-Nya dan memukul Dia, lalu berkata, “Coba tebak, siapa yang memukul-Mu?” Pengawal-pengawal juga turut menampar Yesus.

Mr 15:17* Lalu mereka mengenakan jubah ungu pada Yesus, dan membuat mahkota dari ranting-ranting berduri, kemudian memasangnya pada kepala Yesus.

Mr 15:18 Setelah itu mereka memberi salam kepada-Nya. “Daulat Raja orang Yahudi!” kata mereka.

Mr 15:19 Mereka memukul kepala Yesus dengan tongkat, lalu mereka meludahi Dia dan bersembah sujud di hadapan-Nya.

Mr 15:20 Sesudah mempermainkan Yesus, mereka membuka jubah ungu itu lalu mengenakan kembali pakaian-Nya sendiri. Kemudian Ia dibawa ke luar untuk disalibkan.

Mr 15:29 Orang-orang yang lewat di situ menggeleng-gelengkan kepala dan menghina Yesus. Mereka berkata, “Hai, Kau yang mau merobohkan Rumah Allah dan membangunnya dalam tiga hari.

Mr 15:30 Coba turun dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!”

Mr 15:31 Begitu juga imam-imam kepala dan guru-guru agama mengejek Yesus. Mereka berkata satu sama lain, “Ia menyelamatkan orang lain, tetapi diri-Nya sendiri Ia tidak dapat selamatkan!


TETAPI YESUS, BAHKAN LEBIH TRAGIS LAGI, KITAB SUCI YANG DIANGGAP FIRMAN NYA SENDIRI, BAHKAN MENGNHINAKAN DIRINYA SENDIRI. YESUS BAHKAN DIGAMBARKAN MENYERUPAI PELAWAK YANG BERUSAHA MEMBUAT PENONTON DENGAN CARA MENGHINAKAN DAN MEMPERMALUKAN DIRINYA SENDIRI

ALKITAB, YANG BAHKAN DIANGGAP SEBAGAI FIRMAN "YESUS" SENDIRI, BAHKAN MENCERITAKAN PERZINAHAN NENEK MOYANG KEDAGINGANNYA.

NENEK MOYANG YESUS, YEHUDA BERZINA DENGAN TAMAR, MENANTUNYA SENDIRI, BERANAK KEMBAR PERES DENGAN ZERAH, DAN MASUK DI DALAM SILSILAH YESUS KRISTUS.

Matius 1

Silsilah Yesus Kristus

(1) Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

(2) Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, 

(3) Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar......


Kejadian 38

Yehuda dengan Tamar

(16) Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: "Marilah, aku mau menghampiri engkau," sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: "Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?" 

(17) Jawabnya: "Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing dombaku." Kata perempuan itu: "Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku." 


SUNGGUH MALANG MEMANG NASIB RASUL-RASUL UTUSAN TUHAN TERSEBUT.....ALLAH, TUHAN YANG SESUNGGUHNYA LALU MEMBELA NAMA BAIKNYA DI DALAM ALQURAN, KITAB SUCI TERAKHIR YANG DITURUNKAN SEBAGAI PETUNJUK BAGI SELURUH UMAT MANUSIA.


Catatan :

Karena pertimbangan tertentu maka ucapan Shalawat kepada Yesus tidak saya cantumkan, karena memang yang dijadikan bulan-bulanan oleh Umat dan bangsanya tersebut bukanlah sungguh-sungguh Rasulullah Isa as, karena beliau sudah diselamatkan oleh Allah.

Walaupun sesungguhnyalah yang dimaksudkan oleh Ahli kitab terhadap Yesus sesungguhnya adalah Isa as Almasih putera Maryam.

Jumat, 27 September 2013

PENGHINAAN ALKITAB (PAULUS) KEPADA HUKUM-HUKUM TUHAN

PENGHINAAN ALKITAB (PAULUS) KEPADA HUKUM-HUKUM TUHAN

PERJANJIAN TUHAN DENGAN ABRAHAM AS

Kejadian 17

(10) Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

(11) haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

(12) Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.

(13) Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.

(14) Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku".


YESUS DAN HUKUM TAURAT

Matius 5

(17) "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

(18) Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

(19) Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

(20) Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.


HAL DIATAS, DIHAPUSKAN OLEH PAULUS HANYA DENGAN SEKALI TEPUK SAJA. BETAPA HEBATNYA PAULUS??!!

Galatia5

(2) Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.

(3) Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.

(4) Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.


SELANJUTNYA APA PANDANGAN PAULUS TENTANG HUKUM TAURAT YANG DIBAWA OLEH MUSA, YANG MERUPAKAN HUKUM YANG DIBERIKAN OLEH TUHAN SEMESTA ALAM TERSEBUT ?


KATA PAULUS, TAURAT HANYALAH KUTUKAN BAGI UMAT MANUSIA. MAKA UNTUK ITULAH KRISTUS MENEBUSNYA DENGAN MENJADI KUTUK, DENGAN JALAN MATI TERKUTUK DI TIANG SALIB, KARENA TELAH TERTULIS "TERKUTUKLAH ORANG YANG DIGANTUNG PADA KAYU SALIB"

Galatia 3 TB

13* Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”


PAULUS JUGA BERKATA, BAHWA DOSA MANUSIA DIRANGSANG OLEH HUKUM TAURAT, SEHINGGA AKAN BERBUAH MAUT. HUKUM TAURAT BAHKAN TELAH MENGURUNG MANUSIA, KATANYA LEBIH LANJUT.

Roma 7 TB

5* Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

6* Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.


PAULUS JUGA BERKATA, JUSTRU KARENA HUKUM TAURAT MANUSIA MENGENAL DOSA, DAN TANPA TAURAT DOSA ALAN MATI.

Roma 7 TB

7* ¶ Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: “Jangan mengingini!”

8* Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.

9* Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup,


PAULUS LALU MENGATAKAN BAHWA HUKUM TAURAT ADALAH KUASA DOSA, DAN SENGAT MAUT.

1 Korintus 15 TB

56* Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.


SEBAGAI PERBANDINGAN, BERIKUT ADALAH PANDANGAN ALQURAN TENTANG KITAB TAURAT MUSA AS.

KATA ALLAH, TAURAT ADALAH PETUNJUK DAN CAHAYA YANG MENERANGI, UNTUK MEMUTUSKAN HUKUM BAGI PARA NABI DAN UMAT-UMAT YANG BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH

QS 5:44

إِنَّا أَنزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِن كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ ۚ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا ۚ وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ [٥:٤٤]
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.
﴿٤٤﴾


TETAPI ALLAH JUGA MENGATAKAN, BAHWA UMAT TERDAHULU TELAH MENCERAI BERAIKAN ISI TAURAT YANG DIBAWA OLEH MUSA AS SEBAGAI PETUNJUK DAN CAHAYA YANG MENERANGI.

DAN PAULUS MENGGENAPI UPAYA MENCERAI BERAIKAN HUKUM TAUTAR TERSEBUT DENGAN MENGATAKAN BAHWA TAURAT HANYALAH SEBUAH KUTUKAN YANG MERANGSANG MANUSIA BERBUAT DOSA.

QS 6:91

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِّن شَيْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِّلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُم مَّا لَمْ تَعْلَمُوا أَنتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ[٦:٩١]
Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.
﴿٩١﴾

MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN NYA

SUNGGUH DARI URAIAN DIATAS BANYAK PELAJARAN DAPAT DIAMBIL, BAGI ORANG-ORANG YANG MAU MEMPERGUNAKAN AKAL NYA, DAN MASIH TAKUT KEPADA KEMURKAAN TUHAN NYA

Catatan :

Bila kelak Nabi Musa as, diberi kesempatan menghukum seseorang, maka Paulus lah yang akan ditempelengnya hingga mati sebagaimana dahulu Musa as pernah menempeleng orang Mesir hingga mati.

Penghinaan Paulus pada Hukum Taurat sudah sangat melampaui batas.

Masih tersisakah sedikit akal untuk mengerti akan hal penghinaan ini ?

KATA IBLIS NABI ADAM AS BISA BERUBAH MENJADI MALAIKAT BILA MENDEKATI POHON TERLARANG

KATA IBLIS NABI ADAM AS BISA BERUBAH MENJADI MALAIKAT BILA MENDEKATI POHON TERLARANG


KRISTEN MENANYAKAN PENGERTIAN AYAT QURAN 7:20

Iblis berkata kepada Adam as, ""Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".

QS 7:20

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِن سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ [٧:٢٠]

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".
﴿٢٠﴾

=====

MEMANG AYAT TERSEBUT SESUNGGUHNYALAH HANYA ALLAH YANG MENGERTI, YANG JELAS HAL AYAT TERSEBUT MENCERITAKAN TENTANG "TIPUAN IBLIS/SETAN" KEPADA ADAM AGAR MELANGGAR LARANGAN YANG TELAH DITETAPKAN OLEH ALLAH

Karena pada ayat sebelumnya, Allah hanya mengatakan bahwa bila Adam melanggar larangan memakan buah tersebut maka Adam akan menjadi orang-orang yang zalim.

QS 7:19

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ [٧:١٩]

(Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim".
﴿١٩﴾

MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN NYA

=====

Agar fair marilah kita perbandingan dengan cerita yang sama menurut AlKitab kristen. Ternyata di dalam AlKitab Iblis penggoda adam adalah "Ular", dan ular lalu dikatakan merupakan binatang yang sangat licik.

Sedangkan Adam dikatakan akan menjadi Serupa dengan Tuhan, bahkan menyamainya bila memakan Buah Khuldi tersebut, bukan sekedar berubah menjadi Malaikat, seperti yang dikatakan di dalam AlQuran. Sama-sama tipuan Setan/Iblis, tetapi bahkan di dalam AlKitab tipuan Iblis lebih hebat lagi.

JIKA SAJA TIPUAN IBLIS TERSEBUT BENAR, MUNGKIN YANG DIMAKSUDKAN MENJADI MALAIKAT ADALAH MEMANG BENAR HIDUP ABADI SEPERTI MALAIKAT, TETAPI MEMILIKI AFECT YANG DATAR TIDAK MEMILIKI NAFSU DAN KEINGINAN.

Hal tersebut tidak dikehendaki oleh Allah, Karena Tujuan Allah menciptakan manusia bukanlah untuk menjadikannya serupa dengan Malaikat yang tidak memiliki nafsu dan keinginan. Melainkan menjadi Manusia yang memiliki nafsu dan keinginan, untuk lalu di uji mana yang beriman dan mana yang sesat. Yang beriman akan dianugerahi surga sebagai balasan yang baik, sementara nafsu dan keinginannya akan dirubah menjadi nafsu yang mutmainah, artinya nafsu dan keinginan yang baik, hidup kekal di dalam surga.

Sementara manusia yang sesat, akan tetap menjadi manusia yang memiliki nafsu dan keinginan, tetapi bakal diganjar dengan Neraka sebagai balasan dan ganjaran, karena nafsunya yang buruk tersebut.

=====

KESIMPULAN AWAL SAYA ADALAH, ALKITAB BAHKAN LEBIH SULIT DIPERCAYA KETIMBANG AYAT ALQURAN.

Karena tipuan Iblis/setan bahkan lebih hebat lagi di dalam AlKitab, dikatakan bahwa Adam akan berubah menjadi seperti "Tuhan" bila memakan buah Khuldi yang dilarang oleh Allah untuk memakan nya tersebut. Sedangkan Iblis dirupakan dalam bentuk ular sebagai binatang yang sangat licik

Kejadian 3 :1-7 BIS

1* Ular adalah binatang yang paling licik dari segala binatang yang dibuat oleh TUHAN Allah. Ular itu bertanya kepada perempuan itu, “Apakah Allah benar-benar melarang kalian makan buah-buahan dari segala pohon di taman ini?”

2 “Kami boleh makan buah-buahan dari setiap pohon di dalam taman ini,” jawab perempuan itu,

3* “kecuali dari pohon yang ada di tengah-tengah taman. Allah melarang kami makan buah dari pohon itu ataupun menyentuhnya; jika kami melakukannya, kami akan mati.”

4* Ular itu menjawab, “Itu tidak benar; kalian tidak akan mati.

5* Allah mengatakan itu karena dia tahu jika kalian makan buah itu, pikiran kalian akan terbuka; kalian akan menjadi seperti Allah dan mengetahui apa yang baik dan apa yang jahat.”

6* Perempuan itu melihat bahwa pohon itu indah, dan buahnya nampaknya enak untuk dimakan. Dan ia berpikir alangkah baiknya jika dia menjadi arif. Sebab itu ia memetik buah pohon itu, lalu memakannya, dan memberi juga kepada suaminya, dan suaminya pun memakannya.

7* Segera sesudah makan buah itu, pikiran mereka terbuka dan mereka sadar bahwa mereka telanjang. Sebab itu mereka menutupi tubuh mereka dengan daun ara yang mereka rangkaikan.

=====

Ternyata memang tipuan Iblis/setan tersebut tidaklah menjadi kenyataan, baik menurut AlQuran maupun AlKitab Kristen.

Ayat ke 5 tersebut diatas lalu tidak sesuai dengan kenyatannya, Adam tidak berubah menjadi seperti "Tuhan", bahkan Anak cucu adam bahkan bertambah sulit membedakan mana yang baik maupun mana yang buruk. Lebih banyak yang lalu melakukan keburukan ketimbang kebaikan.

Tetapi intinya adalah, Ayat AlQuran lebih mudah dan lebih masuk akal untuk dapat diterima dan dimengerti dibandingkan dengan cerita yang sama di dalam AlKitab.

=====

Seandainya saja Tipuan Iblis/setan itu benar, maka akan lebih masuk akal, manusia berubah menjadi Malaikat (karena sama-sama makhluk cipataan tuhan), ketimbang seorang manusia berubah menjadi seperti "Tuhan" bila memakan buah terlarang tersebut.

=====

Sebenarnya bila kita jeli dan mau mengambil pelajaran, dari kisah tentang tipuan Iblis diatas. Demikian juga umat Kristen agar segera memperhatikan peringatan yang dilakukan oleh umat Islam agar mereka segera tersadar dengan tipuan Iblis. Sudah semakin kelihatan dan nyata, bahwa Iblis selalu menjanjikan hal-hal yang spektakuler dan tidak masuk akal, ada Tuhan menjelma menjadi manusia untuk menebus dosa-dosa manusia dengan cara terkutuk mati di tiang salib. Hal ini bahkan lebih nyata dari pada tipuan Iblis kepada Adam dulu.

BACALAH NOTE-NOTE SAYA TERUTAMA YANG BERHUBUNGAN DENGAN CARA IBLIS MENYESATKAN MANUSIA PADA LINK-LINK DIBAWAH

=====

Catatan :

Pesan saya kepada umat Kristen, ikutilah langkah seperti yang saya lakukan, bila ada seseorang yang berbeda keimanan dengan anda lalu menanyakan sesuatu, tidak perlulah anda emosi, menghujat dsb. Tirulah apa yang saya lakukan, tidak banyak mulut lalu segera membuat Note sesuai dengan batas kemampuan yang dimiliki.

Orang-orang Kristen seringkali keburu nafsu, menanyakan sesuatu hal kepada umat Islam, padahal yang ditanykannya juga terdapat di dalam AlKitab nya sendiri, bahkan dalam versi yang lebih sulit untuk dapat dipercaya.

KRISTEN BERTANYA MASALAH TAKDIR DI DALAM PANDANGAN ISLAM

  KRISTEN BERTANYA MASALAH TAKDIR DI DALAM PANDANGAN ISLAM

Masalah tentang takdir ini menjadi masalah yang tidak pernah kunjung padam sejak dahulu kala. Bahkan umat nabi Muhammad saw bahkan banyak yang menjadi tersesat karena salah mengerti tentang maknanya. Lalu mereka lebih memilih diam dan tidak melakukan upaya apa-apa karena merasa bahwa takdir Allah akan tetap berlaku apapun yang dia lakukan.

Mengimani maslah takdir Allah, baik yang baik maupun yang buruk merupakan bagian dari "Rukun Iman". Tetapi Allah memerintahkan agar manusia selalu berusaha mencapai sesuatu baik untuk kemalsahatan dunia dan kepentingan kehidupan di akhirat kelak, bukan hanya diam , pasarah tanpa melakukan upaya.

Allah menerangkan masalah takdir, yang sesungguhnyalah memang Hal tersebut adalah sangat mudah bagi Allah. Agar manusia lalu tidak menjadi sangat sedih bila keburukan menimpanya, dan tidak lalu terlalu bergembira lagi somobong bila kebaikan di berikan oleh Allah kepada nya.

Semua hal yang terjadi di dunia ini, baik yang menimpa sekelilingkita mapun menimpa diri kita sendiri, semuanya sudah ditetapkan oleh Allah swt, hal ini adalah Mudah bagi Nya. Tetapi tingkat kepasrahan, prasangka baik kepada Allah, keimanan dan ketakwaan itulah yang akan di nilai oleh Allah swt.

Ingat sekali lagi, bahwa tingkat kepasrahan, prasangka baik kepada Allah, keimanan dan ketakwaanitulah yang akan di nilai oleh Allah swt.


SEMUA HAL BAIK HAL YANG BAIK DAN YANG BURUK SUDAH DITETAPKAN OLEH ALLAH. SEHINGGA JANGANLAH TERLALU BERSEDIH DAN JANGANLAH TERLALU GEMBIRA

QS 57:22-23

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,


BANYAK UMAT ISLAM TERDAHULU MENJADI TERSESAT KARENA SALAH DAN BINGUNG MEMAHAMI MASLAH TAKDIR.

DALAM HAL INI KITA BISA BELAJAR DARI SAHABAT RASULULLAH, UMAR BIN KHATAB, BAGIMANA SEHARUSNYAUMAT ISLAM MENGERTI TENTAN TAKDIR DAN BAGAIMANA MENYIKAPINYA

صحيح البخاري ٥٢٨٨: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زَيْدِ بْنِ الْخَطَّابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ حَتَّى إِذَا كَانَ بِسَرْغَ لَقِيَهُ أُمَرَاءُ الْأَجْنَادِ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ وَأَصْحَابُهُ فَأَخْبَرُوهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِأَرْضِ الشَّأْمِ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَقَالَ عُمَرُ ادْعُ لِي الْمُهَاجِرِينَ الْأَوَّلِينَ فَدَعَاهُمْ فَاسْتَشَارَهُمْ وَأَخْبَرَهُمْ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّأْمِ فَاخْتَلَفُوا فَقَالَ بَعْضُهُمْ قَدْ خَرَجْتَ لِأَمْرٍ وَلَا نَرَى أَنْ تَرْجِعَ عَنْهُ وَقَالَ بَعْضُهُمْ مَعَكَ بَقِيَّةُ النَّاسِ وَأَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا نَرَى أَنْ تُقْدِمَهُمْ عَلَى هَذَا الْوَبَاءِ فَقَالَ ارْتَفِعُوا عَنِّي ثُمَّ قَالَ ادْعُوا لِي الْأَنْصَارَ فَدَعَوْتُهُمْ فَاسْتَشَارَهُمْ فَسَلَكُوا سَبِيلَ الْمُهَاجِرِينَ وَاخْتَلَفُوا كَاخْتِلَافِهِمْ فَقَالَ ارْتَفِعُوا عَنِّي ثُمَّ قَالَ ادْعُ لِي مَنْ كَانَ هَا هُنَا مِنْ مَشْيَخَةِ قُرَيْشٍ مِنْ مُهَاجِرَةِ الْفَتْحِ فَدَعَوْتُهُمْ فَلَمْ يَخْتَلِفْ مِنْهُمْ عَلَيْهِ رَجُلَانِ فَقَالُوا نَرَى أَنْ تَرْجِعَ بِالنَّاسِ وَلَا تُقْدِمَهُمْ عَلَى هَذَا الْوَبَاءِ فَنَادَى عُمَرُ فِي النَّاسِ إِنِّي مُصَبِّحٌ عَلَى ظَهْرٍ فَأَصْبِحُوا عَلَيْهِ قَالَ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ أَفِرَارًا مِنْ قَدَرِ اللَّهِ فَقَالَ عُمَرُ لَوْ غَيْرُكَ قَالَهَا يَا أَبَا عُبَيْدَةَ نَعَمْ نَفِرُّ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ إِلَى قَدَرِ اللَّهِ أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ لَكَ إِبِلٌ هَبَطَتْ وَادِيًا لَهُ عُدْوَتَانِ إِحْدَاهُمَا خَصِبَةٌ وَالْأُخْرَى جَدْبَةٌ أَلَيْسَ إِنْ رَعَيْتَ الْخَصْبَةَ رَعَيْتَهَا بِقَدَرِ اللَّهِ وَإِنْ رَعَيْتَ الْجَدْبَةَ رَعَيْتَهَا بِقَدَرِ اللَّهِ قَالَ فَجَاءَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ وَكَانَ مُتَغَيِّبًا فِي بَعْضِ حَاجَتِهِ فَقَالَ إِنَّ عِنْدِي فِي هَذَا عِلْمًا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ قَالَ فَحَمِدَ اللَّهَ عُمَرُ ثُمَّ انْصَرَفَ

Shahih Bukhari 5288:

Dari Abdullah bin Abbas bahwa Umar bin Khatthab pernah bepergian menuju Syam, ketika ia sampai di daerah Sargha, dia bertemu dengan panglima pasukan yaitu Abu 'Ubaidah bersama sahabat-sahabatnya, mereka mengabarkan bahwa negeri Syam sedang terserang wabah.

Ibnu Abbas berkata; "Lalu Umar bin Khattab berkata; 'Panggilkan untukku orang-orang muhajirin yang pertama kali (hijrah), ' kemudian mereka dipanggil, lalu dia bermusyawarah dengan mereka dan memberitahukan bahwa negeri Syam sedang terserang wabah, merekapun berselisih pendapat. Sebagian dari mereka berkata; 'Engkau telah keluar untuk suatu keperluan, kami berpendapat bahwa engkau tidak perlu menarik diri.' Sebagian lain berkata; 'Engkau bersama sebagian manusia dan beberapa sahabat Rasulullah Shalla Allahu 'alaihi wa sallam.

Kami berpendapat agar engkau tidak menghadapkan mereka dengan wabah ini, ' Umar berkata; 'Keluarlah kalian, ' dia berkata; 'Panggilkan untukku orang-orang Anshar'. Lalu mereka pun dipanggil, setelah itu dia bermusyawarah dengan mereka, sedangkan mereka sama seperti halnya orang-orang Muhajirin dan berbeda pendapat seperti halnya mereka berbeda pendapat. Umar berkata; 'keluarlah kalian, ' dia berkata; 'Panggilkan untukku siapa saja di sini yang dulu menjadi tokoh Quraisy dan telah berhijrah ketika Fathul Makkah.' Mereka pun dipanggil dan tidak ada yang berselisih dari mereka kecuali dua orang. Mereka berkata; 'Kami berpendapat agar engkau kembali membawa orang-orang dan tidak menghadapkan mereka kepada wabah ini.' Umar menyeru kepada manusia; 'Sesungguhnya aku akan bangun pagi di atas pelana (maksudnya hendak berangkat pulang di pagi hari), bagunlah kalian pagi hari, '

Abu Ubaidah bin Jarrah bertanya; 'Apakah engkau akan lari dari takdir Allah? ' maka Umar menjawab; 'Kalau saja yang berkata bukan kamu, wahai Abu 'Ubaidah! Ya, kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain. Bagaimana pendapatmu, jika kamu memiliki unta kemudian tiba di suatu lembah yang mempunyai dua daerah, yang satu subur dan yang lainnya kering, tahukah kamu jika kamu membawanya ke tempat yang subur, niscaya kamu telah membawanya dengan takdir Allah. Apabila kamu membawanya ke tempat yang kering, maka kamu membawanya dengan takdir Allah juga.'

Ibnu Abbas berkata; "Kemudian datanglah Abdurrahman bin 'Auf, dia tidak ikut hadir (dalam musyawarah) karena ada keperluan. Dia berkata; "Saya memiliki kabar tentang ini dari Rasulullah Shalla Allahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Jika kalian mendengar suatu negeri terjangkit wabah, maka janganlah kalian menuju ke sana, namun jika dia menjangkiti suatu negeri dan kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dan lari darinya." Ibnu 'Abbas berkata; "Lalu Umar memuji Allah kemudian pergi."


SELALU BERPRASANGKALAH YANG BAIK KEPADA ALLAH, LALU CARILAH TAKDIRMU YANG BAIK PULA, DENGAN CARA MENINGKATKAN KETAKWAAN KEPADA ALLAH DAN MEMPERBAIKI AKHLAK

DAN KETAHUILAH, ALLAH LEBIH SAYANG KEPADA HAMBA-HAMBANYA DARIPADA RASA SAYANG INDUK BURUNG KEPADA ANAK-ANAKNYA

سنن أبي داوود ٢٦٨٥: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ قَالَ حَدَّثَنِي رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ يُقَالُ لَهُ أَبُو مَنْظُورٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ حَدَّثَنِي عَمِّي عَنْ عَامِرٍ الرَّامِ أَخِي الْخَضِرِ قَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ النُّفَيْلِيُّ هُوَ الْخُضْرُ وَلَكِنْ كَذَا قَالَ قَالَ
إِنِّي لَبِبِلَادِنَا إِذْ رُفِعَتْ لَنَا رَايَاتٌ وَأَلْوِيَةٌ فَقُلْتُ مَا هَذَا قَالُوا هَذَا لِوَاءُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ وَهُوَ تَحْتَ شَجَرَةٍ قَدْ بُسِطَ لَهُ كِسَاءٌ وَهُوَ جَالِسٌ عَلَيْهِ وَقَدْ اجْتَمَعَ إِلَيْهِ أَصْحَابُهُ فَجَلَسْتُ إِلَيْهِمْ فَذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَسْقَامَ فَقَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَصَابَهُ السَّقَمُ ثُمَّ أَعْفَاهُ اللَّهُ مِنْهُ كَانَ كَفَّارَةً لِمَا مَضَى مِنْ ذُنُوبِهِ وَمَوْعِظَةً لَهُ فِيمَا يَسْتَقْبِلُ وَإِنَّ الْمُنَافِقَ إِذَا مَرِضَ ثُمَّ أُعْفِيَ كَانَ كَالْبَعِيرِ عَقَلَهُ أَهْلُهُ ثُمَّ أَرْسَلُوهُ فَلَمْ يَدْرِ لِمَ عَقَلُوهُ وَلَمْ يَدْرِ لِمَ أَرْسَلُوهُ فَقَالَ رَجُلٌ مِمَّنْ حَوْلَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْأَسْقَامُ وَاللَّهِ مَا مَرِضْتُ قَطُّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُمْ عَنَّا فَلَسْتَ مِنَّا فَبَيْنَا نَحْنُ عِنْدَهُ إِذْ أَقْبَلَ رَجُلٌ عَلَيْهِ كِسَاءٌ وَفِي يَدِهِ شَيْءٌ قَدْ الْتَفَّ عَلَيْهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَمَّا رَأَيْتُكَ أَقْبَلْتُ إِلَيْكَ فَمَرَرْتُ بِغَيْضَةِ شَجَرٍ فَسَمِعْتُ فِيهَا أَصْوَاتَ فِرَاخِ طَائِرٍ فَأَخَذْتُهُنَّ فَوَضَعْتُهُنَّ فِي كِسَائِي فَجَاءَتْ أُمُّهُنَّ فَاسْتَدَارَتْ عَلَى رَأْسِي فَكَشَفْتُ لَهَا عَنْهُنَّ فَوَقَعَتْ عَلَيْهِنَّ مَعَهُنَّ فَلَفَفْتُهُنَّ بِكِسَائِي فَهُنَّ أُولَاءِ مَعِي قَالَ ضَعْهُنَّ عَنْكَ فَوَضَعْتُهُنَّ وَأَبَتْ أُمُّهُنَّ إِلَّا لُزُومَهُنَّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَابِهِ أَتَعْجَبُونَ لِرُحْمِ أُمِّ الْأَفْرَاخِ فِرَاخَهَا قَالُوا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَوَالَّذِي بَعَثَنِي بِالْحَقِّ لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ أُمِّ الْأَفْرَاخِ بِفِرَاخِهَا ارْجِعْ بِهِنَّ حَتَّى تَضَعَهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَخَذْتَهُنَّ وَأُمُّهُنَّ مَعَهُنَّ فَرَجَعَ بِهِنَّ

Sunan Abu Daud 2685:
...dst, Rasulullah Kemudian beliau berkata; demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya. Sungguh Allah lebih sayang kepada para hambaNya daripada induk burung kepada anak-anaknya. ...dst

KARENA SEMUA HAL SUDAH DITETAPKAN OLEH ALLAH, MAKA MANUSIAHANYA BOLEH BERTAWAKAL, BERUSAHA DAN TETAP PASARAH KEPADA TAKDIR ALLAH APAPUN HASIL DARU YANG DIUSAHAKANNYA, DENGAN TETAP BERPRASANGKA BAIK KEPADA NYA.


SEBAGAI PETRBANDINGAN….

Masalah tentang takdir ini jarang sekali diceritakan di dalam AlKitab Kristen, sehingga baik Tuhan maupun manusia ciptaannya seringkali menyesal dengan apa yang telah diperbuatnya. Tuhan pun seringkali tidak mengetahui bahwa sesuatu itu akan berakibat begini dan begitu, lalu menyesal dan menarik kata-kata nya.


SEHINGGA TENTU SAJA "TUHAN" TIDAK MUNGKIN AKAN MENYESAL DENGAN APAPUN YANG TEJADI, KARENA SEMUA SUDAH DI RENCANAKAN NYA DENGAN MATANG, APALAGI LALU BERSEDIH HATI ?

Genesis 6

ו:ו וַיִּנָּ֣חֶם יְהוָ֔ה כִּֽי־עָשָׂ֥ה אֶת־הָֽאָדָ֖ם בָּאָ֑רֶץ וַיִּתְעַצֵּ֖ב אֶל־לִבּֽוֹ׃
6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya pada-Nya.

Banyak ayat-ayat yangmenceritakan tentang penyesalan tuhan, tetapi cukuplah saya nukilkan satu untuk mewakili semuanya


BAHKAN "YESUS" MANUSIA YANG DIANGGAP JELMAAN TUHAN PUN SERINGKALI SEDIH DAN GENTAR KARENA TIDAK MENGETAHUI APA YANG AKAN TERJADI PADANYA, PADAHAL KATANYA SEDANG MENJALANKAN MISI YANG MEMANG SUDAH DIRENCANAKANNYA

Matius 26

(38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

(39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."


Catatan :

Poin terpentig dari ulasan saya ini adalah " SEMUA APA YANG TERJADI DAN AKAN TERJADI SESUNGGUHNYALAH SUDAH DIRENCANAKAN OLEH ALLAH, TETAPI ADA SATU BAGIAN DI DALAM DIRI MANUSIA TERSEBUT YANG AKAN DIUJI OLEH ALLAH, YAITU TINGKAT KETAKWAAN DAN KEPASRAHANNYA KEPADA ALLAH"

Saya pribadi percaya dan beriman kepada Takdir Allah, takdir yang baik maupun takdir yang buruk. Bahkan saya pun percaya bahwa nama saya sudah terdapat di dalam daftar nama "penghuni surga" atau bahkan mungkin "penghuni neraka". Tetapi apapun takdir yang Allah telah tentukan bagi saya, seorang hambanya, saya akan dengan segenap kemampuan saya untuk tunduk dan taat menjalankan perintahnya, dan selalu berprasangka yang baik kepada Allah swt, Tuhan semesta alam. Mudah-mudah Allah lalu memberikan belas kasihan dan Rahmat Nya......Amin..

.